Pentingnya Toleransi

 Pentingnya Toleransi

By Sukardi


    Kita mungkin tidak lagi asing dengan semboyan "Bhineka Tunggal Ika" yang memiliki makna walaupun berbeda beda tetap satu, yang mana hal itu memiliki sebuah makna yang sangat mendalam adanya, sebelum kita mengulik lebih jauh makna tersebut maka kita harus tau terlebih dahulu latar belakang daripada adanya semboyan tersebut.

    Semboyan Bhineka Tunggal Ika menunjukan bahwasanya Bangsa Indonesia ini memiliki banyak keragaman, baik dari keragaman suku, budaya, bahasa atau hal lain nya. Oleh sebab itulah walaupun berbeda beda atau memiliki banyak keragaman, Bangsa Indonesia harus tetap pada satu kesatuan yakni dibawah naungan Republik Indonesia.

    Dalam mencapai satu kesatuan tersebut, maka diperlukan sebuah upaya dan usaha yang benar benar adanya, dan itu dilakukan bukan hanya oleh pihak pihak tertentu saja, tapi juga oleh siapapun yang merasa bahwa dirinya adalah bagian dari Bangsa Indonesia. Maka sikap yang diperlukan untuk mencapai satu kesatuan tersebut adalah sikap toleransi, apa itu toleransi?

Pengertian Toleransi

    Toleransi itu sendiri dapat di definisikan sebagai suatu sikap dalam menghargai, membiarkan, atau memperbolehkan perbedaan pendirian baik pada segi kepercayaan, kebiasaan, sudut pandang, atau hal hal lain sebagainya selama perbedaan itu tidak bertentangan dengan norma atau hukum yang berlaku baik pada ranah agama mau pun ranah hukum negara.

    Berdasarkan definisi itu maka toleransi dapat dijadikan sebuah upaya dalam menciptakan sebuah satu kesatuan pada suatu negara, karena dengan bersikap toleransi kita akan mampu membiasakan diri kita untuk menghargai akan apa apa yang dilakukan oleh orang lain tanpa memandang dengan sisi negatif nya, selama apa apa yang mereka lakukan itu tidak bertengtangan dengan norma yang berlaku.

    Tujuan daripada sikap toleransi ini sendiri adalah sebagai bentuk wadah utama yang mewadai akan keberagaman pada Bangsa Indonesia, untuk menciptakan suatu tatanan kehidupan atau bernegara yang baik adanya, dengan didukung situasi yang nyaman, tentram, dan kondusif, sehingga suatu kesatuan atau semboyan negara itu benar benar terealesasikan adanya.

    Maka dalam merealisasikan nya, toleransi tidak hanya diwajibkan atas sebagian orang atau pihak saja, tapi kepada siapapun baik kapan dan dimanapun pihak pihak itu berada, karena kondisi kehidupan yang kondusif, nyaman, dan tentram harus benar benar tercipta dan terjaga adanya.

    Dan toleransi ini bukan hanya diatur oleh hukum negara saja, tapi juga dalam ajaran agama islam. Toleransi dalam agama islam ini lebih kepada membiarkan atau memperbolehkan segala perbedaan dalam menjalankan ibadah selama hal itu masih memiliki dasar landasan atau sandaran yang biasa disebut dengan dalil, dan itu tidak menyimpang daripada ajaran agama islam yang sebenarnya. 

Berdasarkan Q.s. Al Baqoroh (2) ayat 256 yang berbunyi :

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَاۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۝٢٥٦
    Artinya : Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada tagut dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    Misal sikap toleransi dalam ajaran agama islam adalah dengan bersikap menghargai kepada orang orang yang sholat subuhnya itu tidak memakai qunut, karena pada dasarnya qunut itu hukumnya sunnah. Dan hal ini memiliki dalil adanya, sehingga hal ini adalah hal yang lumrah dan perlu diberikan ruang dengan sikap toleransi. Adapun contoh hal yang tidak boleh di toleransikan adalah bersikap toleransi kepada orang orang yang menganggap bahwa sholat subuh itu tidak wajib hukum nya, yang mana hal ini jelas bahwa itu melanggar syareat atau ajaran agama islam.

    Oleh sebab itulah sikap toleransi ini perlu dikembangkan, ditanamkan, dan dibiaskan pada anak anak usia belajar, sehingga ketika mereka bertemu dengan sebuah perbedaan tidak lagi kaget dan bersikap menganggap bahwa selain dia itu salah, yang benar hanya dirinya sendiri. Karena pandangan yang menganggap dirinya benar sendiri sejatinya adalah pandangan yang akan merusak kehidupan, karena ia akan terus membenarkan apa yang ia lakukan walaupun itu belum tentu benar, dan enggan  menerima kebenaran, dan bahkan berujung pada sikap menindas dan merendahkan yang ujungnya nanti akan membuat perselisihan dan perpecahan. Sedangkan tujuan daripada Agama Islam itu sendiri adalah Rahmantan Lil Alamin dan tujuan dari bangsa Indonesia adalah menghapuskan penjajahan (tindak menindas pada orang lain) di muka bumi ini. Wallahu A'lam..

Komentar